Kenaikan Listrik Lagi, dan pemerintah Pastikan Hanya Untuk Pelanggan Non Subsidi PLN

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Tenaga dan Sumber Tenaga Mineral (ESDM) menetapkan formula baru penyesuaian biaya (tarif adjustment) bagi pelanggan nonsubsidi PT PLN (Persero) bakal membikin biaya listrik naik. Alasannya, formula baru penyesuaian biaya memasukkan unsur harga batu bara yang saat ini popularitasnya menanjak.

“Pasti (akan naik). Nanti mesti mencari formulasi baru lagi bila memang ada unsur yang perlu disesuaikan lagi,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Someng di kantornya, Senin (29/1) seperti diinfokan CNN Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian ESDM mengucapkan bakal merubah formula biaya penyesuaian kekuatan listrik pelanggan nonsubsidi mengingat formula yang berlaku saat ini tak memasukkan unsur harga batu bara.

Sesuai yang terteradi  Lampiran IX Undang-undang Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 seputar Biaya Daya Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero), formula penyesuaian biaya pelanggan non listrik cuma memperhitungkan perubahan poin tukar rupiah kepada dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan inflasi.

Walaupun, sumber tenaga pembangkit listrik terbesar di Indonesia berasal dari batu bara. Per akhir tahun 2017, porsi batu bara dalam bauran sumber tenaga pembangkit menempuh 57,22 persen. Sementera, porsi pembangkit yang sumber kekuatannya berasal dari Bahan Bakar Minyak (BBM) cuma 5,81 persen dan gas 24,82 persen.

Kendati demikian, Andy belum dapat menetapkan berapa besaran kenaikan biaya listrik nanti akan termakan. Pasalnya, hal itu masih dihitung.

Andy mengucapkan perumusan formula baru penyesuaian biaya juga memastikan situasi keuangan perusahaan listrik negara tersebut.

“Pemerintah tak akan mungkin membikin sulit PLN. Sekiranya PLN sulit nanti gelap,” ujarnya.

Baca Juga  Membela Prabowo Soal Mahar Politik, Begini Kata Wapres JK

Berikutnya, Andy mengucapkan formula baru  yang demikian sudah dituangkan dalam rancangan Keputusan Menteri ESDM yang diinginkan terbit sebelum paruh pertama tahun ini.

Melainkan, Andy mengingatkan meski akibatnya beleid hal yang demikian sudah diterbitkan, formula penyesuaian biaya baru hal yang demikian belum tentu lantas berlaku. Pasalnya, pihaknya masih mesti berkoordinasi dengan beragam kementerian/ institusi berhubungan.

“Tetapi namanya pemerintah kan bukan cuma kelistrikan saja. ada sektor lain. Jadi kami mesti ada sinkronisasi,” ujarnya.

[External Link : artcl / img ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here